Diberdayakan oleh Blogger.

Annyonghaeseyo Chingu :) selamat datang di Blog Korean Drama ter-Favorit. Disini tempat untuk saling berbagi bagi kamu yang addict dengan drama korea ^-^

City Hunter Episode 1






 =9 Oktober 1983=




Di sebuah rumah sakit Seoul, seorang wanita sedang berjuang melahirkan tanpa ditemani seorang pun. Detak jantung bayinya mulai melemah, dokter meminta wanita itu mendorong sekali lagi, jika bayinya tidak keluar juga maka harus di operasi. Sepertinya ini adalah ibu tokoh utama kita.


Sedang jauh di Negara Myanmar, dua orang agen sedang menjalankan tugas menjaga pertemuan Presiden Korea dengan tokoh Myanmar Aung San. Park Moo Yul sang agen dan partnernya Lee Jin Pyo segera berlari mengiringi datangnya sang Presiden.
Tanpa mereka ketahui sebuah bom telah terpasang di tempat pertemuan. Seseorang yang tidak diketahui memencet tombol remote control. Bersamaan dengan lahirnya seorang bayi laki-laki, sebuah bom meledakkan tempat pertemuan tersebut. BOOOM !



Selamat, bayinya telah lahir, kata dokter. Bayinya lelaki.

Dua agen Korsel itu selamat dan memeriksa keadaan sekitar. Mereka terkejut bukan main, dan tidak menduga sama sekali. Banyak mayat bergelimpangan dan orang-orang yang terluka.

Berita pengeboman di Myanmar itu langsung menjadi head line di Korea Selatan.

Presiden yang menghadiri pertemuan Aung Sang telah dibom. Dalam serangan itu seorang bodyguard dan 16 reporter terbunuh. 4 rakyat meninggal dalam ledakan.
Di rumah sakit, wanita tersebut syok mendengar berita tentang kejadian di Myanmar. Rupanya agen Park Moo Yul adalah suaminya yang bertugas mengawal presiden bersama partnernya.
Kejadian tersebut memang benar terjadi dimana 9 Oktober 1983 terjadi peledakan saat pertemuan Presiden Korea Selatan dengan tokoh Aung San Su Kyui. Banyak korban dari kedua belah pihak.


Korea Selatan berduka. Lima politisi penting Korsel langsung mengadakan pertemuan (semua aktor paruhbaya keren muncul disini). Mereka jelas marah dengan apa yang terjadi. 

Di ruangan mereka saling tidak terima dengan kejadian tersebut dan menyalahkan pemerintah Korea Utara bahwa merekalah yang melakukan percobaan pembunuhan terhadap Presiden Korea Selatan.
“Pemerintahan sosialis Myanmar meminta kita hanya mengambil langkah diplomatik!”
“Bagaimana bisa itu dilakukan! Ini mempermalukan bangsa kita!”
“Jadi kita akan menyerang balik, apa kalian setuju?”ucap kepala pemerintahan Choi Eun Chang.
Mendadak semuanya bungkam.
“Baik, kita harus menyerang! Tentu saja kita harus menyerang!”
Choi Eung Chan : Baiklah, kita akan menyerang juga. Apa kalian semua setuju?
Tiga langsung setuju, tapi satu politisi sepertinya kurang senang.

Choi Eung Chan menemui dua agen Korsel Lee Jin Pyo dan Park Mu Yeol. Choi Eung Chan berkata kalau teroris yang menyerang Aung San harus dihukum atas nama Korsel, meskipun Presiden tidak setuju. Tapi mereka harus membalasnya.
Choi Eung Chan : Di seluruh Korsel hanya ada 5 orang yang tahu mengenai ini.
Kedua agen tanya, apa rencananya?
Choi Eung Chan : Menyusup ke Pyongyang.

Rencananya, kedua agen itu harus memimpin pasukan untuk membunuh 30 Jenderal Korea Utara. Untuk membalas kematian puluhan pejabat Korea Selatan.


Sebelum menjalankan misinya Moo Yul mengunjungi istrinya di rumah sakit yang baru saja melahirkan. Istrinya lega bahwa suaminya baik-baik saja. Moo Yul sangat bahagia melihat anak laki-lakinya lahir namun dia harus pamit karena harus pergi ke suatu tempat.
“Ah, namanya..aku akan kembali untuk memberi nama anak kita”janji Moo Yul kepada istrinya.
“Bukan tempat yang berbahaya bukan?”
“Tenang saja, aku akan kembali di sampingmu bersama dengan anak kita”. Moo Yul pergi sebelumnya menyentuh pundak istrinya untuk menguatkan.
Istrinya melepas Moo Yul dengan berat hati.



Mereka bersiap untuk menyusup ke Korea Utara. Dua agen itu mengumpulkan pasukan. Ahli ledakan, sersan Lee Min Gu, Pengendali jarak jauh, Sersan Song Ho Yeol. Ahli IT Kopral Park Ji Gwon.
Mereka harus menyamar menjadi orang Korea Utara dan membunuh pejabat tinggi Korea Utara.

Choi Eung Chan datang. Semua menghormat. Choi Eung Chan memberikan semangat nasionalismu untuk mereka.
Choi Eung Chan : Kalian semua pantas menjadi pemimpin. Secepat mungkin, temukan identitas mata-mata yang dikirim oleh Korea Utara. Aku bangga pada kalian. Kalian melakukan ini demi ibu pertiwi. Aku Choi Eung Chan, tidak akan peduli apa yang terjadi. Meskipun kalian mempertaruhkan nyawa kalian, kalian harus memastikan kalau kalian akan menyelesaikan tugas secara baik dan kembali dengan selamat.

Mereka harus berkumpul di Pelabuhan Nampo dan Choi Eung Chan janji akan mengirim kapal selam untuk membawa mereka kembali.

Pyongyang,

Pasukan itu berhasil menyusup dan mulai melakukan pembunuhan. Mereka bergegas ke pantai menunggu kapal.
Jin Pyo dan Moo Yul berjibaku dengan tugasnya dan saat menyerang salah satu petinggi, Jin Pyo terkena tikaman pisau dari salah satu penjaga. Jin Pyo datang menolong dan menggorok penjaga yang menyerang Moo Yul ,namun Moo Yul terlanjur terluka parah.
Seoul,
Di lain pihak, Choi Eun Chang sedikit panik dengan keadaan yang berubah drastis.
Choi Eun Chang membawa kabar buruk.
“Kita tidak memiliki dukungan, Presiden tidak menyetujui rencana kita. Apa yang harus kita lakukan? Apa yang akan kita lakukan kepada tim yang sudah kita kirim?”tanya Choi Eun Chang kepada keempat orang dihadapannya.

“Kita harus menyerah sekarang dan kita harus perintahkan mereka untuk mundur , kita sudah mengirim kapal selam ke Pelabuhan Nampo“ pinta Choi Eun Chang.

Namun kepada kenyataannya anggota lain memutuskan untuk mengorbankan tim khusus agar tidak ada petunjuk apapun mengenai tugas rahasia yang sudah terlanjur mereka jalankan. Namun rupanya Choi Eun Chang tidak sependapat dan bersikeras untuk membawa mereka kembali dengan selamat.
Choi Eun Chang marah, bagaimana dengan orang2 yang kita kirim, apa kita akan membiarkan mereka dibunuh oleh orang2 Korea Utara?
Semua membujuk Choi
Eun Chang, dan akhirnya tim yang dikirim akan dibiarkan terbunuh untuk melenyapkan bukti.


Tim khusus bertemu di pelabuhan Nampo, mereka berenang ke tengah lautan untuk menunggu kapal selam yang akan membawa mereka kembali. Moo Yul yang terluka parah dibawa Jin Pyo. 
Kapal selam telah tiba, anggota lain segera menuju ke atas dek. Salah satu anggota berhasil menaiki namun tanpa disangka prajurit Korea Selatan (sniper) yang keluar dari kapal selam menembaki mereka. (Kasian banget ini, ga tega liatnya..)

Jin Pyo kaget, kenapa? kenapa? kita ada di pihak yang sama. Mu Yeol sempat berpandangan mata dengan sniper-nya.
Saat sniper mengarahkan tembakan kepada mereka, Moo Yul langsung menghalangi tubuh Jin Pyo. Moo Yul tertembak demi melindungi Jin Pyo. Di saat terakhir Moo Yul berusaha keras untuk menahan Jin Pyo tetap di bawah air,sampai kapal selam pergi dan Moo Yul berpesan untuk menjaga anak dan istrinya. (sedih, so heartbreaking ! Jin Pyo marah dan kecewa banget disini.. *pastilah)

Kapal Selam itu meninggalkan mereka. Jin Pyo muncul di permukaan dan jelas melihat kapal itu kembali ke laut Korea Selatan. Sementara mayat-mayat tentara Korea Selatan dibiarkan terapung di laut Korea Utara.
Jin Pyo murka! Dia berenang kembali ke pantai Korsel.

Seoul,
Choi Eung Chan mendapat informasi kalau tim yang dikirim sudah mati semua. Semua dokumen juga sudah dilenyapkan dan identitas mereka telah dihancurkan. Semua minta Choi Eung Chan merahasiakan misi ini hanya diantara mereka berlima saja. Semua mengerti dan pergi meninggalkan Choi Eung Chan.
Choi Eung Chan sendirian dan tiba-tiba sebuah pisau mengancam lehernya. Lee Jin Pyo muncul di belakang Choi Eung Chan!
“Sepertinya kau mengkhianati hati nuranimu”ucap Jin Pyo dengan penuh kemarahan.
“Maafkan aku”ucap Choi Eun Chang
“Maaf? 21 orang di depanku ditembak mati! Aku pikir mereka datang untuk menyelamatkan kami!”
Choi Eun Chang minta maaf, semua ini demi perjanjian tiga negara.
Kami memilih keselamatan diri sendiri dibanding ke-21 pasukan kami. Kami mendasarkan keputusan dengan pengaruh dari Amerika. Mereka bisa menggunakan senjata nuklir untuk melindungi kami. Ini untuk membangun kerjasama antara Korsel dengan sekutu yang lebih kuat, mereka akan jadi aset jika kita bisa menggunakan kekuatan militer sekutu kita untuk mendukung kita.

“Hanya demi sebuah politik? Kau tahu kami rela mati demi bangsa namun kami tidak sudi mati demi politik yang hidup demi kekuasaan!” ucap Jin Pyo marah.
Choi Eun Chang : Bunuh saja aku.
Terdengar ketukan di pintu. “Kepala Departemen? Apa kau didalam?”


Saat Choi Eun Chang kembali, Jin Pyo telah pergi tetapi dengan meninggalkan catatan dengan sebilah pisau yang menancap. Inti pesan tersebut mereka semua harus membayar semua apa yang telah mereka lakukan.

Di luar rumah, Kyung Hee istri Moo Yul sedang menggendong anaknya. Saat ia berniat untuk menjemur kain, ia meletakkan bayinya di tempat tidur luar. Jin Pyo yang rupanya memperhatikannya dari jauh dan segera mengambil anak Moo Yul.
Kyung Hee kembali dan bayinya sudah hilang. Hanya ada surat, isinya memberitahu Mu yeol sudah tiada. Aku akan mengambil anak ini dan membesarkannya. Tanpa anak ini, kau akan bisa menemukan kebahagiaanmu sendiri. Mulailah dari awal lagi. Kau harus bahagia.
Kyung Hee panik dan lari mencari bayinya, dan berteriak anakku..anakku, tapi tidak ada sedikitpun tanda jejak Jin Pyo. (yang diculik lee min ho lho ini.. :D)

Jin Pyo jelas pergi ke luar dari Korea Selatan dengan menumpang kapal yang membawa imigran gelap, anak kecil tersebut menangis terus. Seorang wanita Thailand yang kasihan mencoba menenangkan
Jin Pyo dihadapan foto Moo Yul dan istrinya, ia pun memberikan nama anaknya dengan nama Lee Yoon Sung. Ia bersumpah : Mu Yeol, aku ambil anak ini dan aku akan membawanya. Ini akan menjadi salah satu pembalasan dendam paling kejam, karena itulah alasan aku hidup.

*10 tahun kemudian di Sebelah Utara segitiga emas, Asia Tenggara. Thailand*



Jin Pyo dan Yoon Sung kecil hidup. Membentuk sebuah masyarakat yang menopang hidup mereka bercocok tanam tanaman opium, obat bius (ini jenis narkoba juga).
Jin Pyo dengan melihat anak buahnya menjual obat bius ke Korea.
Dengan dingin JinPyo berkata : Aku sudah bilang kau bisa menjual ke mana saja selain Korea Selatan.
Jin pyo langsung mengeksekusi pria itu.
Sementara itu Yoon Sung belajar menembak dari seorang pria asing. Pria itu memberikan pengarahan pada Yoon Sung kecil bagaimana menembak dengan tepat.
Jin Pyo datang menghampiri mereka, ia mengajarkan pelatihan yang keras kepada Yoon Sung kecil.
Yoon Sung kecil dengan bangga berkata ke Jin Pyo, Ayah, keahlianku menembak sudah semakin bagus, iya kan?
Jin Pyo mengajar Yoon Sung dengan keras, ia menunjuk, kepala, leher, dada! Jika tidak maka kau yang akan mati.
Anak buah Jin pyo mendekat dan berkata kalau sebagian besar anak tidak mengenai sasaran. Yoon Sung ini benar2 bagus. Tapi Jin Pyo tidak tergerak, dia menyuruh anak buahnya membawa Yoon Sung latihan bela diri. Ini karena Yoon Sung dibebankan sebuah misi kelak.
Malamnya, Yoon Sung pulang dan dia membuka laci ayahnya. Di dalam, ada foto Jin Pyo, Mu Yeol, Kyung Hee dan bahkan Choi Eung Chan.
Jin Pyo marah, apa yang kau lakukan? berikan padaku.

Yoon Sung : Apa ini...ibu? ibuku? pasti menyenangkan kalau aku punya ibu seperti Muong Surin. Kenapa aku tidak punya ibu?
Yoon Sung memohon untuk melihat foto itu lagi.

“Bukankah sudah kubilang dia sudah mati! Lupakan dia!”perintah Jin Pyo lantas merobek-robek gambar tersebut.
Yoon Sung berlari dan menangis. Dan bertemu dengan wanita Thailand dulu yang kini mengasuhnya, dia sedang menidurkan anaknya. Ibu asuhnya memanggil Yoon Sung dengan Poo Chai. Yoon Sung mendekat dan langsung tertidur dipangkuannya.

Waktu terus berlalu, 7 tahun kemudian dan akhirnya,..

Tumbuh dewasa menjadi Lee Min Ho (inilah yang ditunggu-tunggu hahaha)

Yoon Sung kini berumur 17 tahun.
Di perkampungan Jin Pyo terjadi ledakan dan dia mendengar dari radio kalau seekor monyet sudah menginjak ranjau, Jin Pyo teriak, Poo Chai!!! itu nama panggilan Yoon Sung di Thailand.
Jin Pyo teriak2 mencari Poo Chai, dan dia kesal sekali karena tidak menemukannya.

Poo Chai rupanya tengah asik menikmati kota sambil naik sampan. Menggoda para gadis, mengambil tanpa ijin apel dari pedagang.
Yoon Sung tiba2 mendengar teriakan dalam bahasa Korea dan dia ingin tahu. Yoon Sung melihat seorang paman yang terancam dipotong jarinya di lokasi perjudian pinggir kampung.

Dengan ketangkasannya, Poo Chai melempar apel dari jarah lumayan jauh melewati jendela dan mengenai tepat pemimpin penagih hutang tersebut. Tidak puas sekali, Poo Chai melakukannya lagi. Poo Chai pun berlari dan di kejar oleh kelompok tersebut.
Yoon Sung mendekati paman Korea itu, Ajussi! Kau orang Korea kan?
Paman itu ketakutan, ya.
Yoon Sung : Kau adalah orang Korea pertama yang kulihat.
Paman itu kaget, kau, kau kau..juga orang Korea?

Yoon Sung segera mengajak paman itu lari. Keduanya lari melalui pasar, termasuk menabrak penjual ular phiton, dan Mereka lari dengan merampas perahu.

Poo Chai kembali bersama ahjussi. Tentu saja Jin Pyo emosi dan menampar Poo Chai. “Sudah aku bilang untuk tidak membawa orang dari luar kemari!”teriak Jin Pyo.
Poo Chai beralasan tidak bisa tidak menolonganya.
Paman itu ketakutan. Jin Pyo dengan bengis tanya, kau! Apa yang bisa kau lakukan?
Paman itu langsung menjawab : Nasi! aku bisa masak. Aku koki di kapal, ucap Bae Shik Joong nama asli ahjusshi tersebut.
Pria itu lalu mengeluarkan keahliannya. Dia masak masakan Korea dan menyajikan untuk Yoon Sung dan Jin Pyo.

Poo Chai makan dengan lahapnya, dan akhirnya Shik Joong diterima.
“Siapa dia?”tanya Shik Joong.
“Ayahku”jawab Poo Chai dengan mulut penuh makanan. Shik Joong menelan ludah kaget.



Yoon Sung menarik foto dari kantung Shik Joong, siapa ini? Apa ini putri Paman?
Shik Joong : Dia cantik, iya kan? sepertinya dia tipe gadis yang cocok untukmu.
Yoon Sung : Siapa namanya?
Shik Joong : Kim Nana (Park Min Young)
Poo Chai tidur bersama dengan Shik Joong.

Keesokan harinya Poo Chai latihan menembak. Shik Joong berdiri tak jauh dan menutup telinganya. Sedang beberapa orang mengamati Poo Chai lantas pergi seakan ada yang direncakan.
Anak buah Jin Pyo datang bersama wanita yang selalu baik pada Yoon Sung. Jin Pyo berkata apa Yoon Sung tahu kalau suami Muong Surin mencuri obat bius lalu melarikan diri?
Jin pyo mengikat Muong di dekat target latihan Yoon Sung, tembak yang benar, kalau tidak Muong Surin yang akan mati.
Poo Chai terkejut tidak menyangka ayahnya tega berbuat begitu.
“Peraturanku adalah tidak akan membiarkan lolos seorang pengkhianat!”teriak Jin Pyo
“Jangan selalu berfikir untuk mendominasi yang lain. Cobalah untuk memperhatikan orang lain”pinta Poo Chai. “Cobalah untuk memaafkan ayah”bujuk Poo Chai,
Jin Pyo bersiap menembak ibu asuh Poo Chai namun dihalanginya.


“Baiklah, biar aku yang menembak. Jika aku mampu mengenai sasaran aku minta maafkan dia”pinta Poo Chai.
Poo Chai dengan berkonsentrasi agar tidak meleset sasarannya.
Lantas Poo Chai dengan percaya diri menembak semua target.
Ibu asuhnya selamat. Poo Chai lega lantas melempar senjatanya.

Poo Chai kesal dan pergi ke kamarnya. Poo Chai lantas memandang foto Kim Na Na. Yoon sung bicara dengan foto Nana, mengarahkan senjata pada orang yang kau sayangi, apa itu masuk akal? Aku muak dengan hukum yang tidak beralasan.

beberapa saat kemudian,

Beberapa orang menyusup ke perkampungan itu dan melihat Yoon Sung sedang tidur (padahal ga lagi tidur). Mereka preman yang dipermalukan Yoon Sung saat di pasar, mereka ingin menembak Yoon Sung.
Lantas Yoon Sung yang mendengar suara senjata langsung terbangun, mengambil senjata dan membalikkan tempat tidurnya sambil menyelamatkan Shik Joong.

Pemberontak mulai masuk dan mendapati Poo Chai yang tergeletak, pura-pura mati sebenarnya. Saat mereka lengah Poo Chai langsung menghajar mereka. (keren bgt lee min ho disini :p)

Poo Chai keluar dan langsung bersembunyi dibalik pilar saat pemberontak tersebut menembaki Poo Chai, namun na’as ibu asuh Poo Chai berlari ke arah Poo Chai dan akhirnya terbunuh oleh tembakan para pemberontak.
Muong keluar karena mencemaskan Yoon Sung, sayang dia justru tertembak oleh preman itu. Yoon Sung syok, Muong Surin!
Yoon Sung mendekati Muong, dia tidak memikirkan keselamatannya, Muong Surin, bangun! buka matamu! kumohon buka matamu...

Jin Pyo datang dan menghajar semua pemberontak, namun sebagian pemberontak tersebut berhasil melarikan diri.

Poo Chai yang tersungkur dihadapan ibu asuhnya mulai frustasi, dengan penuh emosi Poo Chai mengambil senjata dan berlari mengejar pimpinan pemberontak yang membunuh ibu asuhnya. Jin Pyo berusaha menghentikannya.

Yoon Sung tidak melihat jalan, dia mendengar bunyi klik dikakinya, dan Yoon Sung membeku. Dia sudah menginjak ranjau!
Tiga bandit itu hampir menghabisi Yoon Sung, karena Yoon Sung sudah kehabisan peluru dan tidak bisa bergerak. Untung Ayahnya datang dan membereskan keadaan yang kacau dan menembak para pemberontak.



Poo Chai tidak bergerak, Jin Pyo datang menolong Poo Chai. Jin Pyo dengan hati-hati menggunakan pisau menekan pelatuk granat, Poo Chai perlahan mengangkat kakinya. Namun sayang, ranjau darat tersebut lepas dan akhirnya meledak, Jin Pyo sempat menyelamatkan Poo Chai namun dia sendiri terluka parah.

Ranjaunya meledak mengenai kaki kanan Jin Pyo. Sekarang Jin Pyo kehilangan kaki kanannya.
Poo Chai panik, dan menggendong Jin Pyo kembali ke markas sambil memohon kepada ayahnya untuk bertahan.
Jin Pyo : Anakku..satu kaki sebagai ganti nyawamu bukan masalah.

Dokter berkata kalau Jin Pyo sudah mendapat anestesi tapi masih ada serpihan ranjau di tubuhnya dan lukanya sudah dijahit, sayang dia kehilangan banyak darah.

Jin Pyo minta pisau. Yoon Sung heran, pisau?
Jin Pyo berkata kalau di bahu kirinya ada luka tembak. Potong disana.
Yoon Sung : Ayah..
Jin Pyo : Cepat! Ada peluru di dalamnya.

Yoon Sung menemukan peluru itu.

Jin Pyo minta Yoon Sung mendengar ceritanya, ini cerita tentang ayah kandungmu. Yoon Sung kaget, apa maksudmu ayah kandungku?

"17 tahun yang lalu, 20 prajurit telah dikhianati oleh bangsanya sendiri. Ayahmu waktu itu terluka saat berjuang, untuk menyelamatkanku, dia rela ditembak"
Peluru yang mengenai jantung ayah Poo Chai lalu disimpan di dada Jin Pyo, untuk selalu mengingatkan peristiwa tersebut.
Poo Chai kini tahu kenapa selama ini dia dididik secara keras dan kejam! untuk membalas dendam.
"Kau harus hidup untuk ayahmu". Jin Pyo jatuh pingsan. Poo Chai kembali panik dan meminta dokter untuk menyelamatkan ayahnya.

Yoon Sung mengamati foto ibunya yang direkatkan kembali.

Yoon Sung menemui Jin pyo : Siapa yang membunuh ayah kandungku?
Jin Pyo : Ada 5 orang.

Lantas Poo Chai meminta Jin Pyo untuk pergi ke tempat lain untuk memulai lagi dari awal dan hidup bahagia .
Ada satu pertanyaan terakhir, ibuku..apa dia masih hidup?
Jin Pyo : Dia masih hidup.

Yoon Sung menemui Shik Joong dan ia bersumpah : Aku ingin berubah, ini adalah takdirku.

Wwwaaahhh.. semakin bertambah umurnya, Yoon Sung semakin ganteng hahaha

beberapa tahun kemudian, Republik Korea Selatan (Usia Yoon Sung : 28 th)
Poo Chai atau Yoon Sung dengan penampilan baru untuk pertama kali menginjakan kaki di Korea Selatan.
Yoon Sung menerima telfon dari Jin Pyo.
"Sepertinya kau sudah sampai, orang pertama dari 5 orang yang harus kau cari adalah Lee Kyung Wan"ucap Jin Pyo jelas. Yoon Sung mengerti.
"Sekarang lupakan kehidupanmu di Amerika namun jangan kau lupakan kematian ayahmu!". Jin Pyo mengingatkan Yoon Sung.

Yoon Sung meminta berhenti pada sebuah monumen di tengah kota.
"Jangan jatuh cinta dengan siapapun. Jika identitasmu diketahui, orang disekitarmu akan bersimbah darah." pesan yang diingatkan oleh Jin Pyo.


Tak jauh dari Yoon Sung berada, berdiri Kim Na Na yang sedang membagikan barang kepada pejalan kaki..

Notes : film ini berbeda dari drama lainya dan termasuk drama korea terfavorit *menurut saya :)* Lee Min Ho hadir dengan aktingnya yang sangat luar biasa.. 
Eits jalan filmnya diperhatiin yaa, jgn liat ketampanan Lee Min Ho – nya aja hehehe..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar