Diberdayakan oleh Blogger.

Annyonghaeseyo Chingu :) selamat datang di Blog Korean Drama ter-Favorit. Disini tempat untuk saling berbagi bagi kamu yang addict dengan drama korea ^-^

City Hunter Episode 2

Peluru yang telah membunuh ayahnya, dijadikan liontin oleh Yoon Sung dan dikalungkan dilehernya. Ia berlatih dengan sangat keras demi membalas dendam untuk ayah kandungnya.
Sedangkan Shik Joong menjadi pengatur bisnis Jin Pyo yang terlarang, yang menghasilkan banyak uang. Inilah yang menjadi modal Jin Pyo untuk hidup bersama Yoon Sung di Amerika.


Ayahnya, memberikan formulir kepada Yoon Sung. Formulir itu adalah undangan dari MIT (Massachusetts Institute of Technology). Mulai saat itu Yoon Sung memiliki identitas sebagai warga Negara Amerika kelahiran Texas. Nama Yoon Sung di Amerika adalah Johnny.
Selain itu Yonn Sung juga menerima passport dan identitas palsunya.
Terlihat seperti asli walaupun ini sebenarnya palsu, ucap Yoon Sung
tapi ini asli, saut Jin Pyo
Kau harus mengingat beberapa hal, lupakan identitas lamamu, hidup dengan identitas barumu, jangan percaya kepada siapapun, dan jangan pernah jatuh cinta. Jika identitasmu terbuka, maka orang yang dekat denganmu akan berlumuran darah, kembali Jin Pyo mengingatkan Yoon Sung.
*beberapa tahun kemudian, Seoul – Korea selatan*


Ada pengulangan scene ep 1, saat Yoon Sung berdiri di depan patung Yi Sun Shin dan Kim Nana berdiri tidak jauh darinya. Yoon Sung jalan masuk ke mobilnya dan Kim Nana mendapat telp dan Ternyata telp dari Rumah Sakit.

Kim Nana diberitahu oleh dokter bahwa ayahnya kritis karena infeksi paru-paru dan perawatan sudah tidak akan efektif lagi. Kim Nana tentu saja sedih dan memohon kepada dokter untuk menyelamatkan ayahnya sambil menangis. Ia berjanji akan mencari uangnya dalam satu bulan. Kim Nana tidak bisa membiarkan ayahnya seperti ini. Dokter menasihatinya lebih baik menyerah, karena ayahnya sudah koma lebih dari 10 tahun.
Kim Nana melakukan apa saja untuk mencari uang. Ia menawarkan minuman penghilang mabuk sampai menjadi sopir tembak untuk orang yang mabuk.
Kali ini Kim Nana harus mengantar Lee Yoon Sung bersama seorang gadis dari nite club. Mata Yoon Sung memperhatikan Kim Nana dari atas sampai bawah, saat itu dia masih menggunakan pakaian seksi.


dengan pandangan tak percaya,"Apa kau supir pengganti?" tanya Yoon Sung.
Ahh Ya, jawab Kim Nana. Yoon Sung melemparkan kunci mobil kepada Kim Nana
Yoon Sung dan gadis itu duduk di belakang dan Nana menyalakan mesin mobil. Tiba-tiba seorang pria mendekat dan berkata tunggu dulu, Kim Mi Hee-ssi.


Kim Young Jo datang, ia ingin bicara dengan Kim Mi Hee. Tapi Kim Mi Hee berkata ia tidak mengenalnya dan heran bagaimana bisa tahu namanya.
Young Joo Pun ingin memperkenalkan dirinya namun sialnya dia lupa membawa kartu identitasnya sebagai seorang jaksa. Mereka tentu saja tidak percaya dengan cara berpakaian Young Joo dan Young Joo memaksa Mi Hee, Yoon Sung pun hendak menghampiri Young Joo, namun tak disangka Kim Nana bergerak terlebih dahulu dan bruuk,… dibantingnya Young Joo hingga jatuh ke tanah. Yoon Sung terkejut.
wow! Apa kau mau menggunakan kekerasan pada wanita? Ucap Kim Nana

Young Joo kaget, apa kau tahu siapa aku? aku bukan orang seperti itu. Jangan ikut campur. 
Nana tidak percaya dan masuk mobil lagi lalu pergi. Rekan Young Joo membantunya, Pak Jaksa, anda tidak apa-apa? ini pasti karena baju yang kukenakan, keluh Young Joo.


Di perjalanan Kim Nana merasa jengah saat Mi Hee menggoda Yoon Sung. Benar-banar tidak bisa menahan rupanya! Sedang Yoon Sung hanya berdiam diri, menatap Kim Nana.
Bagaimana bisa tidak memperdulikan di mobil atau hotel, masa bodoh dimanapun? gumam Kim Nana kesal. Rupanya dengan sengaja Yoon Sung beraksi dan seakan ingin membuat Kim Nana semakin kesal, yang jelas Kim Nana sudah semakin jengah dan memberhentikan mobilnya.
Apa ada masalah? ucap Yoon Sung kebingungan.

"Tolong, tahanlah selama 2 menit! Kita akan sampai dihotel dalam 2 menit" Kim Nana menyemprot mereka. Mi Hee tidak terima. Akhirnya Kim Nana keluar mobil. Aku tidak bisa mengantar kalian lagi, aku berhenti! Tanpa sadar telepon genggam Kim Na Na terjatuh dimobil Yoon Sung.

Yoon Sung juga turun dari mobil dan berteriak “Hei, kemudikan!”
Nana menolak, tapi  Kim Nana tetap meminta ongkosnya. Biasanya 20 ribu Won, tapi untuk kali ini, Nana hanya minta 10 ribu Won saja.
Apa? Jadi wanita seperti ini benar2 ada ya? Aku tidak mau bayar! Ucap Yoon Sung kesal.

Nana kesal. Secepat kilat Nana menyelipkan tangannya ke pinggang Yoon Sung. Yoon Sung kaget dan berteriak, hei! hei! kau mau apa?
Nana mengambil 10 ribu Won dari dompet Yoon Sung! Lalu segera pergi dan menendang ban mobil Yoon Sung.

Di halte, Kim Nana menunggu bus namun panik saat disadari telepon genggamnya telah hilang..

Sedangkan Yoon Sung di hotel bersama Mi Hee. Yoon Sung dengan berpura-pura kesal kepada Mi Hee dan menanyakan perihal sponsor Mi Hee. “Polisi sudah mengurusnya, mereka (sponsor) memberikan aku banyak suap. Orang dalam demikian juga. Para staff juga telah disuap” ujar Mi Hee yang setengah mabuk.


Yoon Sung tertarik, suap? Apa kau melihatnya memberikan uang itu? Yoon Sung sudah memasang alat perekam di kamar itu.
Tapi sebelum Yoon Sung bisa mengorek Mi Hee lebih jauh lagi, petugas hotel telp dan berkata ada wanita yang mencari Yoon Sung. Yoon Sung berkata tidak kenal wanita itu.
Kim Nana merebut telepon dari petugas hotel. "Telepon genggam ku tertinggal di mobilmu, aku minta kau mengambilnya sebelum kau mulai apa yang kau lakukan" tapi Yoon Sung menutup telepon dengan kasar.
Kim Nana pergi ke mobil Yoon Sung, pada saat itu ada panggilan pekerjaan sampingan. Ahh..uangku,uangku, gumam Kim Nana tak berdaya dan tiba-tiba, sebuah panggilan dari rumah sakit.

Yoon Sung melanjutkan tanya, apa kau melihatnya langsung? Uangnya?
Mi Hee berkata dia hanya mendengar, tidak akan melihat langsung. Yoon Sung ingin tahu berapa banyak.

Mi hee : Tentu saja miliaran.


Yoon Sung : Miliar? berapa miliar?


Mi Hee tidak tahu persis, tapi semua dicatat dalam satu buku. Tiba-tiba Yoon Sung mendengar alarm mobilnya berbunyi.

Dilihatnya dari jendela kamar, Kim Nana sedang menendatangi mobilnya. Yoon Sung turun namun tak didapatinya Kim Nana. Yoon Sung melihat telepon genggang Kim Nana yang tertinggal. Yoon sung mengambil ponsel Kim Nana dan menerima telp itu.


Kim Nana memohon kepada dokter untuk segara melakukan operasi kepada ayahnya.
"Aku akan mendapatkan uang untuk membayar biaya operasinya" bujuk Kim Nana. Lagi-lagi dokter menyuruh Kim Nana untuk menyerah. "Apa hanya karena uang kau menyuruh aku untuk menyerah?Aku bilang aku akan membayarnya, kumohon operasilah, selamatkan ayahku" tangis Kim Nanapun pecah.

Lakukan operasinya, tiba-tiba Yoon Sung muncul dan dia sudah membayar biaya operasinya. Yoon Sung lalu memberikan telepon Kim Nana lalu pergi. Kim Nana seakan tidak percaya.


Nana segera mengejar Yoon Sung, tunggu..sebentar, kumohon. Mengapa kau mau membantuku?
Yoon Sung : Aku tidak membantumu, aku hanya tidak mau mendengar ada orang meninggal karena aku.


Yoon Sung : "Tidak usah, uang segitu hanya seperti menguyah permen karet. Anggap saja aku menyumbang".
Kim Nana : "Walau aku miskin, aku berterima kasih. Aku akan membayar kembali uangmu. Tolong katakan no. rekeningmu.".
Tapi Yoon Sung menolak dan pergi. Sedang Kim Nana menunggu sepanjang malam di rumah sakit.


Nana tidur di bangku RS. Paginya, Nana mendapat telp kalau ia lolos seleksi. Nana senang sekali.
Nana lolos seleksi sebagai pengawal di Blue House. Mereka diterima staf senior,
Pertama-tama, selamat datang di Cheong Wa Dae (Blue House/ Kediaman dan Kantor Presiden Korsel) tapi jangan berharap, setelah masuk ke Cheong Wa Dae, kalian bisa santai. Kalian harus membawa semangat tempur dan melakukan yang terbaik!
Lalu Yoon Sung memasuki ruangan di mana mereka para pengawal berada. "Bagaimana bisa hari pertama bekerja seorang staff pengawal datang terlambat?" lugas Kepala Kemanan. Yoon Sung kebingungan, sedang Kim Nana sangat terkejut.

Aku bukan petugas keamanan, bantah Yoon Sung dan berkata salah satu petugas menyuruhnya ke situ. "Kau di sini, ah di sini bukan tempat Jaringan Kendali Komunikasi Nasional tapi di gedung sebelah" kata Ki Joon kepada Yoon Sung. Dan dia memperkenalkan kepada yang lain bahwa Yoon Sung adalah spesialis komunikasi dengan gelar PhD dari MIT! Kim Nana tidak menyangkanya dan menoleh kepada Yoon Sung lalu Yoon Sung pun mengenali Kim Nana.

"Kau, 10.000 won?" teriak Yoon Sung. "Kau menjadi pengawal blue House? Wah pantas saja kau sangat kuat". Saat Kepala pengawal bertanya apa mereka saling mengenal, Kim Nana menjawab tidak namun Yoon Sung menjawab iya, secara bersamaan. Semuanya heran. Yoon Sung tersenyum nakal (admin yang meleleh hehehe)


Yoon Sung langsung dikenalkan pada tim komunikasi Presiden, Ini Dr. Lee Yoon Sung. Sebagian besar staf wanita terpesona (ya iyalah yaaahh.. hhaha)
Ki Joon mengenalkan diri. Dia adalah senior karena sudah kerja di situ selama 2 th. Ki Joon ingin Yoon sung menghormatinya sebagai mana orang baru seperti biasanya.

Yoon Sung tidak terlalu menanggapi. Apalagi boss mereka bangga sekali dengan PhD-nya Yoon Sung *gila gelar*

Kim Nana mendengarkan briefing tentang putri Presiden Choi. Choi Da Hye. Karakternya memang sedikit berbeda. Kemarin, dua petugas keamanan wanita memberikan surat pengunduran diri. Kim Nana heran, dia datang sebagai pengawal Presiden, bukan putrinya. Seniornya tidak mau tahu, melindungi keluarga Presiden sama pentingnya dengan melindungi Presiden.

Semua harus menjalani training dan sebagai pengawal, ada dua aturan.
Satu : Hanya bisa melihat, mendengar, tidak berbicara.
Dua : Aku adalah sasaran tembak.
Kim NaNa terhenyak lalu terpaksa mengikuti.
Di ruangan keamanan komunikasi, Yoon Sung sedang bersantai saat kim Nana memanggilnya keluar. Awalnya Yoon Sung enggan. Akhirnya Yoon Sung keluar juga. Kim Nana tetap bersikeras untuk membayar kembali uang Yoon Sung. Namun Yoon Sung juga bersikeras uang sebesar itu bukan masalah bagi Yoon Sung, seperti membeli permen karet! Kim Nana menahan Yoon Sung.

Walaupun aku tidak tahu permen karet apa yang harganya jutaan, tolong biarkan aku untuk membayarmu. Yoon Sung berkata bagaimana bisa dia membayarnya sedang di Blue House tidak diperbolehkan untuk bekerja sampingan. Kim Nana tentu saja tak mampu berkata apa.

Nana minta Yoon Sung merahasiakannya. Yoon Sung mengejek Nana, kukira kau mau mendekati aku dengan peristiwa ini, tapi kau bukan tipeku. Apa kau ingin kubelikan kaca ? Yoon Sung pergi.Nana tidak percaya! Baru kali ini ada orang seperti ini.

Waktunya training bagi pengawal kepresidenan baru serta ahli jaringan komunikasi. Jadi ini kesempatan Kim Nana untuk membanting Yoon Sung.


Nana sukses "mengalahkan" Yoon Sung untuk mendapatkan no. rekeningnya. Katakan saja no. rekeningnya, ok?
Yoon Sung : Tidak perlu.
Nana : tidak, aku harus tahu.
Yoon Sung : Kau, kenapa begitu keras kepala?
Nana : Karena kau menyelamatkan ayahku. Bagiku, dia adalah orang yang paling penting. Karena paling penting, jadi aku tidak bisa menerima begitu saja. Cepat katakan rekeningmu.

Kim Nana memiting kaki Yoon Sung. Baiklah, aku akan memberikannya, Yoon Sung kesakitan. Kepala Keamanan melongo stafnya dibuat tak berdaya.


Di apartemennya, Yoon Sung yang sedang mandi termenung mengingat sosok Kim Nana saat dia menangis demi ayahnya. Yoon Sung jelas tahu kalau Nana adalah gadis di foto yang diterimanya beberapa tahun yang lalu.

Keesokan hari, Yoon Sung meyodorkan kontrak kerja kepada Kim Nana.


"Apa ini?" tanya Kim Nana.


"Bukankah kau ingin mengembalikan uangmu kepadaku?", Yoon Sung menawarkan kontrak sebagai supir bagi Yoon Sung, tentunya saat pekerjaan sebagai pengawal selesai.
Aku tidak familiar dengan kota Seoul, jadi sekalian membantuku menjalani tugas, jelas Yoon Sung yang menghitung Kim Nana harus menjadi supirya selama 200 kali untuk mambayar biaya pengobatan ayahnya yang sudah dibayar Yoon Sung.
Kim Nana tercengang saat mendengar 200 kali, namun disetujui juga oleh Kim Nana. (kalo Kim Nana, admin mau kok gantiin hahaha)
"Aku takut kalau itu tidak akan mudah" ujar Yoon Sung. Walaupun demikian,aku tidak akan menyerah, Nana memastikannya lalu menadatangani kontrak tersebut.

Waktunya bertemu dengan Presiden dan keluarganya. Ternyata Choi Eung Chan sudah jadi Presiden! oh no! berarti kalau Yoon Sung harus membunuh orang ke-5, berarti dia harus membunuh Presiden?


Dan Da Hye (putri Presiden) langsung suka dengan Yoon Sung. Ia bahkan mengedipkan mata ke Yoon Sung. (genitnyaaa pooll.. -,-)

Yoon Sung diperkenalkan pada Presiden Choi. Choi senang. Ia dengar kalau Amerika juga menginginkan Yoon Sung, tapi bagaimana bisa datang ke Korea Selatan?
Yoon Sung berkata dia tidak membutuhkan uang karena ayahnya punya banyak, ia tidak ingin melakukan sesuatu untuk Amerika.


Choi kagum, kau ini patriot juga. Yoon Sung berkata akan melakukan yang terbaik untuk Presiden.

Lalu Presiden dikenalkan pada Kim Nana, usia 27 th, ahli judo. Ada satu lagi pengawal yang dikenalkan pada Presiden.


Da Hye langsung protes, dia tidak butuh pengawal. Presiden meminta putrinya diantar keluar. 

Lalu ia berkata pada Nana dan partnernya kalau Da Hye ini keras kepala sekali, ia minta maaf karena menyusahkan keduanya.
Presiden : Anggaplah dia sebagai adik kalian.
Mereka berjanji akan melakukan yang terbaik.
Presiden : Bagus, kumohon kalian bisa mengerti.

Mendadak masuk seorang staff kepresidenan dan memberitahu kepada Presiden bahwa tuan Lee Kyung Wan datang ingin bertemu dengan Presiden.
Yoon Sung langsung bereaksi demi mendengar nama Lee Kyung Hwan disebut-sebut

Ibu Da Hye meminta Kim Nana dan partnernya untuk tidak memberikan surat pengunduran diri secepatnya. Da Hye langung berdiri dan menghampiri Yoon Sung.



"Jadi kau belajar di Amerika? Bahasa Inggrismu pasti bagus bukan? Bahasaku benar-benar sangat buruk, maukah kau mengajariku?" goda Da Dye.
Yoon Sung langsung mengubah topik pembicaraan dan bertanya kepada Kepala Keamanan tentang pekerjaannya. Da Hye kembali kesal. Yoon Sung berlalu dari hadapan Da Ye.

Sepeninggal Yoon Sung, kini hanya ada Da HYe dan kedua pengawalnya, Kim Nana dan partnernya. Da Hye memperingatkan Na Na bahwa dia tidak butuh pengawal dan bertingkah sangat arogan!

Yoon Sung langsung menghubungi Jin Pyo yang berada di Amerika. Yoon Sung mengatakan kini dia bekerja di Blue House dan merupakan salah satu pusat kendali teknologi komunikasi yang tercanggih di dunia. Sementara Lee Kyung Wan sekarang ada di Korea dan banyak terlibat dalam berbagai kegiatan sosial untuk membentuk image-nya. Lee Kyung Wan punya beberapa wanita dan ia berkata kalau Kyung Wan menerima suap.


"Aku bahkan telah menyelidiki kekasih Lee Kyung Hwan, yang diduga juga menerima sejumlah uang"jelas Yoon Sung.


Jin Pyo merasa jengah dan menyuruh Yoon Sung untuk membunuhnya. Yoon Sung terhenyak akan perkataan Jin Pyo dan terdiam.
Jin Pyo : Kenapa kau tidak merespon?
Yoon Sung : Satu hal yang tidak aku mengerti, kau bilang aku harus menyingkirkan 5 orang. Namun kenapa kau hanya memberi tahu aku Lee Kyung Hwan saja?
Jin Pyo : Diantara mereka berlima Lee Kyung Hwanlah yang aku pahami. Namun dengan menyingkirkan Lee Kyung Hwan maka yang lain akan muncul.
Yoon Sung : lantas kenapa kau mengirim aku ke Blue House?
Jin Pyo : Kau akan tahu nanti.

Yoon Sung mengerti, tapi ia ingin menghancurkan mereka dengan caranya sendiri. Orang tidak akan bisa memaafkan mereka. Yoon Sung akan memakai cara itu.


Sedangkan di pihak Kejaksaan, Kim Young Joo mengintrogasi seseorang yang diduga terkait dengan suap Lee Kyung Hwan. Namun orang tersebut membantahnya. Orang tersebut menyanggahnya dengan memberikan beberapa bukti transaksi yang sah bahwa semuanya bukan suap untuk Lee Kyung Hwan untuk meloloskan proyek.
Namun bagi Young Joo tetaperasa janggal. Dan Young Joo pun meminta staff yang lain untuk menyiapakan surat penahanan.

Malamnya, Yoon sung dan Young Joo masuk ke rumah Lee Kyung Wan. Young Joo langsung menemui Lee, tapi Yoon Sung menyelinap dari belakang.
Lee Kyung Wan marah, kau ini siapa, Jaksa Istimewa Kim Young Joo.
Young Jo tidak terpengaruh, karena Lee Kyung Wan tidak mengangkat telpnya, makanya dia datang langsung.
Lee Kyung Wan berkata kalau keputusan Young Jo mencampuri masalah ini adalah kesalahan besar. Aku ini adalah teman baik ayahmu selama 40 th!
Young Joo : Kau adalah teman baik ayahku, ini membuatku malu.
Kyung Wan : Apa? Kau pikir ayahmu lebih baik?



Sementara itu, Yoon Sung berhasil menyelinap ke kantor Myung Wan dan memeriksa buku catatan-nya. Sambil mendengar pembicaraan mereka.
Yoon Sung mengopi ponsel Kyung Wan dan memeriksa semua catatan-nya. Tidak lama, Yoon Sung ketahuan. Ia segera lari setelah mematikan lampu rumah Kyung Wan.

Sedangkan, atasan Young Joo malah tidak senang.
"Siapa yang memberi ijin surat penahanan? Lee Kyung Hwan sekarang sangat kuat" teriak atasan Young Joo emosi dan diapun meminta Young Joo untuk memberikan bukti yang lebih kuat.
Young Joo tidak terima karena dia merasa para koruptorlah yang memakan uang sehingga banyak orang yang menjadi gelandangan dan mengemis.


Kim Nana di tempat tinggalnya, bersiap untuk beristirahat. Kim Nana melihat foto ayahnya.
"Ayah, aku juga ingin menjadi pengawal Presiden seperti dirimu, pasti nanti akan terwujud bukan?" Kim Nana kian optimis akan jalan yang ditempuhnya.


Sedang Yoon Sung kembali ke rumahnya. Sungguh seperti rumah layaknya agen James Bond! Yoon Sung pun membuka buku catatan milik Lee Kyung Hwaan yang sepertinya berisi alur uang suap yang mengalir untuk siapa saja dan dari mana saja. Salah satunya, dari Lembaga Kesehateraan, SunShine Welfare. Mudah sekali Yoon Sung mencuri barang bukti.

Paginya, Nana harus mengawal Da Hye di sekolah. Da Hye sedang asyik mendengar musik. Seorang teman prianya mendekat dan Nana kaget. Ia segera menyerang anak itu dan menguncinya di meja. Apa yang kau lakukan?
Anak laki itu ketakutan, aku hanya ingin mengembalikan catatan..
Da Hye syok, kakak, apa yang kau lakukan?
Nana melepaskan anak itu dan minta maaf. Da Hye minta maaf pada temannya, kau pasti ketakutan ya, kau pasti akan ketakutan kalau aku meminjamkan catatanku, iya kan?
Da Hye marah, yang Presiden itu ayahku. Bukan aku!
Nana minta maaf. Da hye mengeluh, dia tidak punya teman. Lalu Da Hye memberikan baju untuk pengawalnya, aku sekarang harus ke club. Kalian jelas tidak boleh mengenakan baju pengawal di dalam, ucap Da Hye.


Di klub malam, Da Hye jelas menikmatinya. Sedang Nana dan partnernya pandangannya tetap kepada Da Hye yang asik menari. Nana jelas tidak nyaman, namun beda dengan partnernya. Nana memutuskan untuk ke kamar mandi, dan meminta jangan melepaskan pandangan dari Putri presiden. Partner Nana mengiyakan. Namun, saat partner Nana mengambil minum, hal ini dijadikan kesempatan bagi Da Hye untuk melarikan diri.


Yoon Sung juga pergi ke club itu untuk bertemu Mi Hee. Yoon Sung heran, kenapa akhir2 ini Mi Hee tidak bersama pria tua itu.

Mi Hee : Kami putus. Mungkin terjadi sesuatu, bahkan no ponselnya juga diubah.
Yoon Sung sadar kalau Mi Hee sudah tidak berguna lagi untuknya. Dan secepat ganti baju, Yoon Sung juga mencampakkan Mi Hee, kita juga putus, ya kan?
Mi Hee marah, apa? Dasar pria brengsek!
Yoon Sung tidak peduli dan jalan meninggalkan Mi Hee. Mi Hee mengejar Yoon Sung.


Saat Kim Nana berbalik, Yoon Sung berjalan ke arah dirinya. Benar-benar sebuah kebetulan. Kim Nana terkejut dengan kehadiran Yoon Sung, namun sebaliknya bagi Yoon Sung.
"Ya! Kenapa baru datang? Aku sudah menunggumu dari tadi!" ucap Yoon Sung tiba-tiba. Nana jelas binggung, apalagi wanita yang bersama Yoon Sung yang tidak terima dirinya diputuskan.


Kim Nana heran dan Yoon Sung seperti menunjuk ke satu arah. Nana melihat ke arah itu dan sedikit lengah. Yoon Sung langsung menarik Nana dan menciumnya! Sampai mata Nana melotot kaget.

Kau benar-benar bre****k! lalu wanita itu menampar Yoon Sung. "Kau sudah tahu, aku tidak menyukaimu lagi" ucap Yoon Sung. Wanita itu pergi dengan kemarahan yang meluap.

"Nana-sshi, hah dia benar-benar kehilangan kesadaran"ucap Yoon Sung.
Terima kasih untuk ciuman-nya, sambil memberikan uang.
Nana tertegun, apa ini? uang?
Yoon Sung berkata jumlah nol-nya banyak kan? sebagai ganti 50 tugas. Bye.. Yoon Sungpun berjalan pergi.

Namun Kim Nana yang tidak terima lalu membanting Yoon Sung kelantai. Yoon Sung meringis kesakitan.

"Sakit bukan, kau pikir dengan tubuh tinggi seperti tembok tidak bisa merasakan sakit? Ini biaya pengobatan" Kim Nana langsung menyodorkan kembali cek Yoon Sung.

Shin Eun Ah, rekan Nana telp. Ternyata Putri Presiden kabur. Nana langsung lari mencari putri manja itu. Ia bertemu Jaksa Kim, yang mengejar Kim Mi Hee. Kali ini dia tidak lupa identitasnya.

Nana dan Eun Ah tentu saja panik. Dan mencari sekeliling. Nana berlari keluar gedung dan tiba-tiba Young Joo menabrak dirinya. Nana langsung menganali Young Joo yang pernah dibantingnya saat pertama kali bertemu.


Ah, aku Jaksa penuntut dari Departemen Khusus, Kim Young Joo, aku bukan orang cabul" jelas Young Joo sambil memperlihatkan kartu identitasnya.
"Benarkah? Akhir-akhir ini banyak penipu" balas Nana yang serta merta tidak percaya.
Young Joo giliran bertanya apa pekerjaan Nana melihat pakaian Nana yang seksi, namun Nana tidak bisa mengungkapkan.
"Aku dalam tugas resmi Negara, jadi aku tidak bisa mengatakannya" jelas Nana lalu lanjut mencari Da Hye.
"Apa kau polisi?" Young Joo mengejar Nana. Nana tidak mengindahkan Young Joo dan memanggil nama Da Hye.


Kim Young Joo mengerti, jangan bilang kalau ini tentang putri kecil Presiden, iya kan?
Nana heran, bagaimana kau tahu?

Young Jo berkata dia pernah melihat yang seperti ini sebelumnya. Young Jo membantu mencari Da Hye. Mereka berhasil menemukan Da Hye dan dua temannya.
Setelah itu Nana mengucapkan terima kasih pada Young Joo. Nana ingin membalas kebaikan Young Jo, mengenai wanita yang kau cari itu, si Brengsek itu pasti tahu (maksudnya Yoon Sung :D)

Keesokan harinya, Nana dan Eun Ah harus menerima kemarahan kepala Pengawal karena mereka dianggap teledor sampai bisa kehilangan Putri Presiden.

"Kalian sudah aku beritahu sebelumnya bagaimana karakter dia yang beda!" Kepala Pengawal menegur keras Nana dan Eun Ah karena dianggap lalai sehingga Putri Presiden dapat lolos dari pengawalan mereka. Nana dan Eun Ah awalnya bersikeras bahwa Da hye lah yang membuat ulah.
Mendadak terdengar bunyi nada pesan pada telepon Kim Nana.
Nana dapat pesan dari Yoon Sung untuk membawakan kopi untuknya. Sebagai tugas pertama Nana.


Yoon Sung duduk diluar gedung Blue House sambil mengamati gambar-gambar Lee Kyung Hwan yang sedang melakukan acara amal. Yoon Sung pun dikejutkan dengan kemunculan Nana yang menyodorkan minuman untuk Yoon Sung yang buru-buru menutup Ipadnya.
Yoon Sung pun mengeluh kepada Nana yang memberinya kopi dingin. Kau pikir berapa jarak antara gedung dan tempat ini? Nana kesal dan menyodorkan sebuah buku catatan dan stempel. 200 kali menjadi supir pengganti bagi Yoon Sung agar dapat melunasi biaya pengobatan ayah Nana yang di bayar Yoon Sung.


Nana marah, aku sudah bilang tidak semua hal bisa diselesaikan dengan uang! Nana ingin Yoon Sung minta maaf karena insiden semalam.
Yoon Sung : ciuman? hei! itu hanya cara mengatakan halo.
Nana : Kau memanfaatkanku, iya kan?


Yoon Sung heran kenapa Nana ribut sekali, seperti itu adalah ciuman pertamamu saja.
Nana membuang muka, karena memang iya.Yoon Sung geli dan sepertinya dia senang sekali.
Saatnya latihan judo dan Nana ingin "memberi pelajaran" untuk Yoon Sung lagi. Yoon Sung cuma senyum-senyum saja dan tidak melawan saat dibanting Nana. Hei, ini cuma latihan, jangan terlalu keras.
Nana : Kita sedang latihan dan kau lihat apa dengan mata seperti itu?
Yoon sung geli, kau harus jujur padaku, itu ciuman pertama, ya kan?
Nana : Apa katamu?


Nana semakin kesal dan berdiri siap membanting Yoon Sung lagi. Namun kali ini Yoon Sung tidak ingin kalah dengan Nana begitu mudah, dengan menyenggol kakinya Nana dan Yoon Sung jatuh bersamaan.

Nana kesakitan karena kakinya terkilir. Sontak kepala keamanan sangat senang karena Yoon Sung mampu mengalahkan staff pengawal. Yoon Sung membantahnya dan beralasan bahwa Nana jatuh sendiri LOL..

Jaksa Young Joo datang dan ia mencari Yoon sung. Young Joo ingin mendapatkan no telp Kim Mi Hee.
Yoon Sung berkata jika dia harus menyimpan no ponsel teman kencan semalam-nya, memori ponselnya akan habis.
Young Joo kaget, apa?
Yoon Sung tanya, apa Young Joo menyukai wanita itu? Seleramu unik juga Kim Young

Jo-ssi.
Nana tidak sengaja mendengar perkataan Yoon Sung dan dia kesal, dasar playboy.
Young Joo tidak mau mendengar pembicaraan ngawur Yoon Sung, ia tanya apa Yoon Sung benar2 tidak tahu kalau wanita itu adalah saksinya dalam penyelidikan tentang Lee Kyung Wan.
Yoon Sung : Tidak tahu. Yoon Sung pergi.
Young Joo melihat Nana jalan pincang. Kau mau kemana dengan kaki seperti ini? Nana ingin mendapatkan perawatan akupuntur. Young Joo ingin mengantar Nana.


"Tunggulah disini, aku akan mengambil mobil dan mengantarmu" ucap Young Joo berlari. Namun mereka berdua berhenti saat Yoon Sung datang dengan mobilnya.

Tapi Yoon Sung sudah tiba di dekat mereka dengan mobilnya, masuk ke mobil!
Nana : Aku tidak mau!
Yoon Sung : Cepat masuk ke mobil! Aku yang membuatmu seperti ini.



Sampai di RS, mereka melihat seorang perawat meminta pada dua anak kecil agar mereka tidak makan roti lagi. Anak perempuan itu punya alergi pada tepung. Mereka seharusnya makan di Sunshine Welfare.
Yoon Sung ingat kalau tempat itu juga ada hubungannya dengan Lee Kyung Wan.


Nana kenal dua anak itu, mereka tinggal di apartemen yang sama. Mereka harus ke Sunshine Welfare karena mereka penerima bantuan dari pemerintah.



"Hei! Sudah dibilang kalian jangan memakan roti! Kenapa memakannya lagi?"teriak Nana. Sontak keduanya berlari karena kaget melihat Nana. Yoon Sung pun diminta mengejar mereka.
Mereka hendak menyeberang dan tiba-tiba berhenti sebuah mobil mewah. Keduanya terjatuh namun tidak terluka. Lee Kyung Hwan membuka kaca mobil, namun cuek lalu menyuruh supirnya melanjutkan perjalanan. Yoon Sung menyaksikan semua.


Kedua anak tersebut berlari dan menanggis karena rotinya terlindas. Yoon Sung melihat Lee Kyung Hwan yang mengantar anaknya ke sekolah. Yoon Sung merasa sangat marah.


Yoon Sung mengantar Nana pulang, masuklah. Nana mengucapkan terima kasih.
Tapi Nana hampir jatuh saat naik tangga dan aaahhhaa !! Yoon Sung turun tangan menggendong Nana sampai apartemen-nya.. *admin mau dongg


Yoon Sung menunjuk ketembok yang penuh coretan, apa ini? grafiti?
Nana berkata itu ukuran tinggi badannya. Ayahnya yang mengukur dari usia 7 th s/d 17 th. Ayahku yang membantuku mengukur tinggi badan, setiap bulan sekali.


Yoon Sung membuka lemari dapur Kim Nana dan menemukan ramen disana kemudian memasak lalu makan bersama.

Sambil makan, Yoon Sung memperhatikan barang-barang yang ada di kamar Kim Nana dan bertanya kenapa semua barang yang ada dikamar Kim Nana ditempel stiker merah dan Kim Nana menjelaskan kalau ayahnya berada dirumah sakit selama 10 tahun dan karena membutuhkan biaya yang banyak dan belum berhasil melunasi hutang maka stiker itu ditempelkan dari bank karena akan disita.
Yoon Sung terdiam dan memandang Nana yang sedang makan.


Tiba-tiba terdengar gedoran di pintu Kim Nana, noona! noona! Nana kaget, siapa itu?
Ternyata anak laki yang tadi dari RS, ia panik. Kakakku sangat aneh, dia tidak bisa bernafas. Nana dan Yoon Sung bergegas melarikan mereka ke RS lagi.


Nana menjelaskan pada dokter kalau Mi Jin alergi terhadap tepung. Dokter mengatakan ada kemungkinan alerginya mengakibatkan shock. Tekanan darah 70/40,denyut nadi 41 dan hanya menyerap oksigen 70%. Nana lalu mengatakan menyerahkan semua ke dokter dan dokter menyuruh semua keluar dan menunggu. Yoon Sung yang juga disana hanya diam.


Yonn Sung dan Do Jin tertidur dipangkuan Yoon Sung. Ketika bangun Yoon Sung mengomel dan mengatakan kepada Nana untuk duluan pergi karena Yoon Sung sama sekali tidak tahu siapa anak-anak itu. Tapi Nana dengan marah berkata bahwa ia tidak akan meminta tolong Yoon Sung kalau saja kakinya tidak cedera. Yoon Sung hanya bisa menghela nafas.

Mereka membawa kedua anak itu pulang. Nana marah pada gadis kecil itu, Buatlah makanan untuk dimakan bersama adikmu. Kau sudah tahu kalau makan mie akan mendatangkan masalah, juga makan roti.


Gadis kecil itu kesal, kakak, apa kau tahu apa yang terjadi? air, gas di rumah kami sudah tidak jalan lagi.


Kim Nana juga menyuruh untuk pergi ke panti asuhan untuk makan tetapi dengan menangis Min Ji mengatakan bahwa mereka takut teman-teman mereka akan tahu dan akan mengolok-olok dan mengatai mereka pengemis. Bahkan orang-orang menganggap memperlakukan mereka seperti pengemis dan mereka lebih memilih kelaparan daripada dikasihani dan dibilang pengemis.

Nana dan Yoon Sun hanya bisa diam dan sedih mendengar kata-kata Min Ji. Lalu Yoon Sung menyuruh mereka untuk tidur dan mengatakan kepada Nana bagaimana bisa Nana membuat seorang anak kecil yang sakit menangis. Nana hanya bisa memandang Min Ji dan ikut menangis.


Yoon sung dan Nana akhrirnya mendatangi tempat yayasan SunShine Walfare. Yoon Sung mengeluh karena Nana selalu memerintahkan mengantar kemana saja dan tempat yang didatangi tidak ada wanita cantiknya.


Nana menemui petugas sosial dan mendaftarkan anak2 itu. Staf berkata untuk menunggu sebentar.
Lalu ia berdiri lagi, ia memanggil temannya, Shim Jye Dong, anak2 ini berkata mereka menerima uang tapi kelaparan.

Yoon Sung ingat nama Shim Jye Dong, nama itu ada di buku catatan milik Lee Kyung Wan.
Shim Jye Dong datang dan menjelaskan kalau anak2 itu sudah menerima bantuan uang 11 juta Won perbulan ke rekening mereka. Tapi kenapa berkata masih lapar? Bagaimana mungkin? Bisa saja mereka menggunakan uang itu untuk main game lalu mengaku kelaparan.

Tiba tiba Yoon Sung mengatakan kepada Shim Jye Dong jika seandainya Shim Jye Dong jadi anak-anak itu apakah akan memilih kelaparan atau bermain game. Shim Jye Dong marah dan dan mengatakan apa yang dilakukan Yoon Sung. Yoon Sung mengatakan bahwa Yoon Sung benci melihat anak-anak kelaparan. Orang-orang pun sudah membayar pajak begitu banyak tapi ternyata anak-anak masih tetap kelaparan.
Shim Jye dong terbata-bata dan mengatakan apakah Yoon Sung menuduhnya mengantongi uang tersebut. Tapi Yoon Sung mengatakan tidak tahu siapa yang bohong tapi ini semua sangatlah aneh. Shim Jye Dong marah tap Nana lalu memotong dan meminta untuk mengoreksi kembali dan memberikan informasi. Nana kemudian mengajak Yoon Sung pergi.

Nana segera menghentikan cekcok itu, tolong urus masalah ini dan konfirmasi secepatnya, ok? Nana menyeret Yoon Sung keluar.
Yoon Sung mengamati letak kamera CCTV dan ia menoleh sekali lagi.



Yoon Sung melihat Shim Jae Dong menghancurkan dokumen di mesin penghancur kertas.

notes : Stelah ini lee min ho akan mulai beraksi.. dont miss it guys :)








  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar